Monday, 5 November 2018

Hari Ke-6 Operasi Zebra Rencong 2018, Polresta Banda Aceh Tilang 283 Pelanggar

Penulis: admin 3

Enam hari pelaksanaan Operasi Zebra Rencong 2018, yang dilancarkan petugas gabungan Satuan Lalu Lintas Polresta Banda Aceh, Pomdam IM, Provos Polresta, dan Polda Aceh di wilayah hukum Polresta, telah menjaring sebanyak 283 pelanggar lalulintas.

Pelanggaran yang paling mendominasi dan dikenakan sanksi tilang, yakni 117 pengendara yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Pelanggaran Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sebanyak 113, di mana pengendara terjaring tidak merperpanjang masa berlaku serta lupa membawa STNK pada saat pengendara itu terjaring operasi.

Hal itu disampaikan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH, melalui Kasat Lantas Kompol Thomas Nurwanto SE, SH, kepada Serambi, Minggu (4/11).

“SIM mendominasi pelanggaran sebanyak 117. Lalu disusul pelanggaran STNK sebanyak 113 dan ada 53 unit sepeda motor yang kami amankan selama enam hari baru pelaksanaan operasi,” kata Kompol Thomas.

Menurutnya kesadaran pengguna jalan masih rendah untuk membawa dan melengkapi surat-surat kendaraannya selama berada di perjalanan, baik itu SIM maupun STNK. Namun, untuk penggunaan helm serta standar keamanan lain saat berkendara, seperti kaca spion dan pendukung keamanan lainnya sudah lebih baik dan semakin meningkat.

Kompol Thomas menambahkan, 53 sepeda motor yang ditahan dan terjaring dalam Operasi Zebra Rencong 2018 itu, masuk dalam kategori pelanggaran berat. “Kendaraan yang diamankan itu termasuk dalam pelanggaran berat, mulai dari tidak membawa STNK. Lalu ada juga SIM dan STNK-nya yang berakhir masa berlakunya sampai TNKB atau pelat kendaraan itu telah berakhir,” ungkapnya.

Dia menjelaskan Operasi Zebra Rencong 2018 tersebut akan dilaksanakan selama 14 hari, mulai 30 Oktober sampai 12 November 2018. “Besok (hari ini-red) kita akan melanjutkan operasi sampai tanggal 12 November 2018 mendatang, dengan melibatkan personel gabungan terdiri dari 45 personel kami Satlantas Polresta, dibantu, 6 Provos Polresta, 8 Provos Polda, dan 4 personel Pomdam IM,” demikian Thomas.

Kasat Lantas Polresta Banda Aceh, Kompol Thomas Nurwanto SE SH menambahkan, pada 28 September 2018 lalu Satlantas Polresta Banda Aceh terpilih juara terbaik dua tingkat nasional kategori kawasan tertib lalu lintas.

Penghargaan itu diserahkan langsung Kakorlantas Polri, Irjen Pol Drs Refdi Andri MSi, di Jakarta yang diterima Kasat Lantas Kompol Thomas Nurwanto SE SH.

“Kota Banda Aceh menjadi barometer kawasan tertib lalu lintas bagi kabupaten/kota lainnya di Aceh. Karena itu kami berharap pengguna jalan semakin tertib dan memiliki kesadaran tinggi, baik segi kelengkapan dan standar kendaraannya maupun kelengkapan surat-surat kendaraannya selama di perjalanan. Hal itu bertujuan untuk memberi rasa nyaman dan rasa aman bagi pengendara itu sendiri,” pungkas Thomas.

//aceh.tribunnews.com/2018/11/05/283-pengendara-disanksi-tilang

Komentar